Kisah Ngutang Demi Sepatu, Antarkan Arif Suyono Sukses ke Timnas
Indonesia Menang, Malaysia yang Juara
Ini adalah sukses pertama Malaysia menjadi juara Piala AFF.
Indonesia berhasil memenangi final Piala AFF leg kedua. Menghadapi Malaysia hari Rabu, 29 Desember 2010, Merah Putih menang 2-1.
Sayang kemenangan ini tak cukup untuk membawa tuan rumah merebut trofi AFF untuk pertama kalinya. Skor 2-1 di pertandingan malam ini menjadikan agregat menjadi 2-4. Di leg pertama, pasukan Alfred Riedl kalah 0-3.
Indonesia di leg kedua ini kebobolan lebih dulu. Di menit 56, umpan panjang yang didapatkan oleh Mohd Safee bin Mohd Sali berhasil ia konfersikan menjadi gol dengan menjebol gawang Markus Horison.
Gol yang dinanti lebih dari 200 juta penduduk Indonesia ke gawang Malaysia akhirnya hadir di menit 71. Gol ini mengubah skor menjadi 1-1.
Gol dicetak oleh M Nasuha. Ia menyambar bola muntah tendangan Ahmad Bustomi yang gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper Malaysia.
Sayang di sisa pertandingan cuma satu gol tambahan yang bisa dicetak Christian Gonzales dan kawan-kawan. Menit 87, penetrasi M Ridwan di sisi kiri pertahanan lawan ia selesaikan dengan sebuah tendangan keras. Bola membentur kepala seorang pemain bertahan Malaysia dan masuk ke gawangnya sendiri. Skor akhir 2-1.
Ini adalah sukses pertama Malaysia menjadi juara Piala AFF. Sebelumnya Malaysia sekali masuk final di tahun 1996. Sedangkan Indonesia masuk final empat kali tanpa pernah juara.
Saat kedudukan masih 0-0 di babak pertama, Indonesia sebenarnya punya peluang sangat baik untuk bisa unggul lebih dulu. Di menit 18, Indonesia mendapatkan tendangan penalti setelah pemain Malaysia Mohd Sabre bin Mat Abu handsball di dalam kotak terlarang.
Firman Utina maju sebagai algojo. Sayang, tendangannya yang tak terlampau keras bisa diantisipasi dengan baik oleh kiper Malaysia Khairul Fahmi Che Mat yang terbang ke sisi kiri. Skor tak berubah.
Firman Utina MVP Turnamen, Safee Top Scorer
Indonesia harus puas dengan posisi kedua di Piala AFF 2010. Di final leg kedua hari Rabu, 29 Desember 2010, pasukan Alfred Riedl hanya mampu menang 2-1 atas Malaysia.
Hasil ini sama sekali tidak cukup. Soalnya di leg pertama tiga hari lalu, Merah Putih kalah 0-3 di kandang Malaysia. Skor 2-1 malam ini menjadikan agregat 2-4.
Firman Utina terpilih menjadi Most Valuable Player Piala AFF 2010. Ini tentu menjadikan hadiah luar biasa bagi Firman yang gagal mengkonversikan tendangan penaltinya menjadi gol di final leg kedua.
Mohd Safee bin Mohd Sali dari Malaysia merebut gelar pemain terbaik partai final leg kedua. Ia juga menjadi top scorer dengan total lima gol.
"Saya tidak menyangka bisa merebut trofi top scorer. Saya hanya berusaha keras untuk bermain sebaik mungkin, tapi tidak menyangka bisa mencetak lima gol. Syukur Alhamdulillah, ini semua berkat bantuan teman-teman dalam tim. Saya memang ingin mencoba peruntungan bermain di luar negeri jika ada peluang," kata Safee.
Malaysia selain merasakan nikmatnya merebut trofi juara, juga mendapatkan hadiah sebesar US$100 ribu.
Bambang: Kita Tidak Kalah
Menurut Bepe, hasil 2-1 menunjukkan bahwa Indonesia tak kalah kualitas dari Malaysia.
Pelatih Alfred Riedl menyebut Indonesia tidak beruntung gagal merebut gelar juara Piala AFF 2010. Ketidakberuntungan ini juga diakui kapten tim Bambang Pamungkas.
"Kita tidak kalah. Kita hanya tak beruntung," kata Bepe seusai pertandingan final Piala AFF leg kedua, Rabu, 29 Desember 2010.
Menurut Bepe, hasil 2-1 menunjukkan bahwa Indonesia tak kalah kualitas dari Malaysia. Hanya kekalahan 0-3 di kandang Malaysia menggagalkan impian Indonesia menjadi juara Piala AFF untuk kali pertama.
"Kami telah berjuang bersama untuk meraih kemenangan. Hanya saja keberuntungan lebih berpihak kepada Malaysia," lanjut kapten yang tak pernah menjadi starter ini.
Riedl selama ini menjadikan Bepe sebagai kartu truf. Ini terlihat saat Indonesia mengalahkan Thailand 2-1 di pertandingan terakhir penyisihan Grup A setelah tertinggal lebih dahulu.
Media Malaysia: Laser Berawal di Senayan

Media Malaysia membantah suporter tuan rumah jadi pioner insiden sinar laser seperti saat menjamu Indonesia di final 1 Piala AFF di Stadion Bukit Jalil, Minggu 26 Desember 2010.
Insiden itu dianggap sebagai bentuk tindakan sportif dari suporter Malaysia. Hal serupa juga dikeluhkan kiper Vietnam di laga semifinal. Bantahan langsung dilontarkan My Metro.com.
Media itu menulis insiden sinar laser justru berawal saat Malaysia dijamu Indonesia di laga penyisihan Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Tulisan My Metro dikuatkan dengan foto kiper Malaysia, Mohammad Sharbinee Allawee Ramli yang juga terkena sinar laser dalam laga penyisihan grup.
Malaysia memang pernah bertemu dengan Indonesia di penyisihan Grup A Piala AFF 2010 di GBK. Saat itu, Malaysia tumbang dengan skor telak 5-1.
Bahkan, My Metro mengklaim sepanjang pertandingan, baik di babak pertama dan kedua sorotan sinar laser terus mengenai tim asuhan Rajagobal Khrisnasamy.
"Lalu timbul persoalan, wajarkah kalau hanya Malaysia yang mengawali penggunaan laser? Sedangkan di laga melawan Malaysia, Indonesia sudah 'mengajarkan' bagaimana menyalahgunakan alat itu," demikian tulis My Metro.
Atas insiden sinar laser ini, pihak Indonesia juga sudah melayangkan protes keras kepada AFF. Melalui Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), surat resmi sudah dilayangkan ke otoritas sepakbola ASEAN tersebut.
"Saya minta ini ditayangkan kembali proses pertandingan di sana. Memang tidak mempengaruhi hasil, tapi ini menjadi peringatan keras kepada Malaysia," kata Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. (one)
• VIVAnewsMalaysia cheat laser kena foto gan
Insiden tersebut kembali terjadi di babak kedua. Saat Malaysia mendapat tendangan bebas ke gawang Indonesia di awal babak kedua, wasit sampai menghentikan pertandingan di menit ke-54 setelah diprotes pelatih Timnas Indonesia. Pemain Indonesia sempat walkout.
Bahkan hingga menduduki trending topic atau kata yang paling banyak diketik para pekicau di twitter. Data di twitter, Minggu (26/12/2010) pukul 20.45 WIB, tema Malaysian cheat laser mulai masuk trending topic. Kemudian dengan cepat menerobos menjadi trending topic nomor satu.
Umumnya para pekicau Indonesia yang mempersoalkan aksi penonton Malaysia yang menyorot laser hijau ke arah pemain Timnas Indonesia yang bertanding melawan tim Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
“Penyorot laser tertangkap kamera,” demikian tulis @adeprasetyoo.
“Buktikan laga di GBK bahwa Indonesia bangsa terhormat! Kalah menang, saya tetap bangga dengan Timnas” tulis @almaujudy.
Foto-foto Suporter Indonesia di Bukit Jalil Malaysia
Para suporter Indonesia yang mengenakan atribut merah putih memadati Stadion Bukit Jalil sejak pukul 14.00 waktu setempat.
Para suporter Indonesia juga memakai wig warna merah puith. Mereka merias diri untuk memberikan dukungan kepada tim kesayanganya.
Mereka juga mengarak bendera Merah Putih sepanjang 5 meter mengelilingi Stadion Bukit Jalil.
Bonek juga terlihat di antara para pendukung Timnas Indonesia lainnya.
Skor Indonesia Vs Malaysia 0 - 3 Final AFF di Bukit Jalil
Suporter Malaysia Beretika Buruk Dengan Sinar Laser
10 Pemain Paling Diincar di Januari 2011
VIVAnews - Bursa transfer pemain jilid 2 akan dibuka pada Januari 2011 nanti. Memasuki setengah musim perjalanan, klub-klub elit Eropa langsung berbenah guna memperkuat timnya.
Pemain-pemain top dunia langsung menjadi incaran klub-klub elit Eropa. Berbagai cara negosiasi pun dilakukan klub peminat untuk mendapatkan pemain incarannya.
Nah, siapakah pemain-pemain yang diprediksikan akan laris manis di bursa transfer Januari nanti? Berikut ini 10 pemain yang paling memanaskan bursa transfer Januari nanti:
1. Carlos Tevez (Manchester City)
Tevez dengan terang-terangan minta dijual. Namun manajer City Roberto Mancini masih enggan melepas pemain vitalnya itu.
Peminat: Klub manapun akan senang memiliki Tevez. Namun Real Madrid dan Inter Milan menjadi dua klub yang paling berpeluang menginginkannya.
2. David Luiz (Benfica)
Bek 23 tahun ini dengan tegas tak ingin memperpanjang kontraknya di Benfica. Ingin tampil bersama klub elit Eropa menjadi alasannya.
Peminat: Manchester City memimpin perburuan Luiz. Namun City akan bersaing dengan Inter Milan dan Real Madrid.
3. Glen Johnson (Liverpool)
Bek kanan timnas Inggris ini sepertinya akan dijual manajer Roy Hodgson. Penjualan Johnson akan digunakan Hodgson untuk mendatangkan beberapa pemain anyar ke Anfield.
Peminat: Johnson sangat tertarik untuk mengadu nasib di Italia. Namun justru Real Madrid yang saat ini menjadi kandidat terkuat memilikinya. Reuni dengan Jose Mourinho ingin dilakoni Johnson yang pernah memperkuat Chelsea.
4. Thiago Alcantara (Barcelona)
Thiago tak ingin memperpanjang kontraknya di Barcelona yang akan berakhir pada Juni 2011 nanti. Kubu Blaugrana sendiri tentu tak ingin merugi dan lebih memilih melepasnya.
Peminat: Klub elit manapun yang mampu memberikan jaminan lini tengah akan berpeluang memilikinya.
5. Fabio Coentrao (Benfica)
Coentrao merupakan salah satu bek kiri terbaik di dunia. Karena itu, membela klub papan atas Eropa tentu menjadi harapannya. Namun Benfica tak akan melepas Coentrao dengan harga murah tentunya.
Peminat: AC Milan dan Manchester United menjadi dua klub yang secara langsung mengaku tertarik dengan sepak terjang Coentrao.
6. Ronaldinho (AC Milan)
Ronaldinho mulai tak nyaman di San Siro. Mantan klubnya di Brasil, Gremio kini tengah berusaha membujuknya untuk pulang.
Peminat: Selain Gremio, klub Porto Alegre juga tengah menyiapkan tawaran kepada Milan untuk mendapatkan Ronaldinho.
7. David Trezeguet (Hercules)
Penampilan menawannya bersama Hercules di La Liga langsung mengangkat pamor Trezegol yang sempat surut. Beberapa klub elit langsung tertarik memilikinya.
Peminat: Inter Milan mengaku tertarik memboyong Trezegol untuk memperkuat barisan depannya. Inter akan mendapat saingan dari Liverpool.
8.Gary Medel (Boca Juniors)
Bek belia Chile ini menjadi salah satu calon bintang yang dihasilkan sepakbola Latin. Penampilan gemilangnya bersama klub Argentina ini membuatnya kini laris manis di pasaran.
Peminat: Beberapa klub Italia kini tengah mengarahkan radar ke Boca Juniors. Namun hingga kini belum ada satupun yang dengan terang-terangan ingin memboyongnya karena terganjal aturan kuota pemain non Eropa.
9. Antonio Cassano (Sampdoria)
Hubungan Cassano dengan klubnya tengah memburuk. Puncaknya, Cassano harus menerima kenyataan tak mendapat gaji penuh usai berselisih dengan presiden klub.
Peminat: AC Milan menjadi yang terdepan untuk mendapatkan Cassano. Nama Inter juga sempat dikaitkan dengan Cassano.
10. Jermaine Jones (Schalke)
Punggawa timnas Amerika Serikat ini memang telah masuk radar banyak klub. Namun sayang rentan cedera membuatnya Jones beberapa kali gagal direkrut klub-klub mapan Eropa.
Peminat: Beberapa klub Premier League kini tengah memantau Jones.
• VIVAnewsDi Malaysia Kaos Nomor 20 Laris Dibanding 9
VIVAnews - Sukses Cristian Gonzales mencetak lebih banyak gol dibanding Bambang Pamungkas di Piala AFF 2010 ini, tidak membuat El Loco - sebutan Gonzales - namanya melejit di Negeri Jiran Malaysia.
Buktinya, jelang laga final putaran pertama di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, banyak pedagang yang menjual kaos timnas Indonesia mengalami keuntungan lantaran kaos bernomor 20 yang selama ini dimiliki Bambang Pamungkas.
Sedangkan kaos bertuliskan Gonzales atau bernomor punggung 9 sedikit sekali disentuh para pembeli. Seorang pedagang bernama Lurah mengaku sudah menghabiskan 1000 kaos selama tiga hari berjualan.
"Di sini, kaos bergambar Garuda dengan nomor punggung 20 yang paling dicari. Dibanding Gonzales, pembeli lebih senang dengan kaos Bepe," kata Lurah, salah seorang pedagang yang ada di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia, Minggu, 26 Desember 2010.
Ini juga membuktikan nama Bambang Pamungkas yang pernah memperkuat klub di Malaysia, Selangor FC masih lebih bersinar ketimbang El Loco.
"Di sini, tak banyak yang mengenal Christian Gonzales. Yang terkenal masih Bambang Pamungkas," beber Lurah.
Lurah sendiri punya cara unik dalam menjajakan dagangannya. Di depan warung tendanya dipasang papan bertuliskan Gelora Bung Karno. "Tujuannya buat menarik pengunjung. Kalau orang Indonesia lihat ini, perasaan mereka pasti tersentuh," pungkanya.
"Sekarang yang ada hanya kaos sisa saja. Saya jualnya murah saja antara 30-35 Ringgit. Biasanya saya jual 50ringgit," (sj)
Timnas Indonesia Gunakan Pita Hitam Lawan Malaysia Malam Nanti

Sekjen PRA, Thamren Ananda, meminta pemain timnas Indonesia menggunakan pita hitam dan mengheningkan cipta sebelum pertandingan untuk mengenang tragedi tsunami, yang menelan korban hingga 150 ribu jiwa pada 26 Desember 2004.
Menanggapi permintaan itu, asisten manajer timnas Indonesia Iwan Budianto memastikan, Firman utina dan kawan-kawan akan mengenakan pita hitam saat melawan Malaysia.
"Betul, besok pemain akan mengenakan pita hitam. Saya mendapat instruksi dari manajer Andi Darussalam Tabusalla agar pemain menggunakan pita hitam untuk mengenang tragedi tsunami."
"Kami sudah mempersiapkan pita tersebut. Kami membelinya di supermarket di belakang hotel," lanjut pria yang juga menjabat Ketua Badan Liga Amatir (BLAI) PSSI ini.
Iwan juga memastikan timnas Indonesia untuk kali pertama menggunakan seragam tandang putih-hijau di Piala AFF 2010 di pertandingan besok.
10 Skor Pertandingan Terakhir Antara Indonesia Vs Malaysia
Irfan Bachdim Diklaim Malaysia
Irfan Bachdim yang merupakan Idola baru dari warga Indonesia dikabarkan telah diklaim oleh Malaysia. Kok bisa ya?
Adu komentar di website memang sering terjadi antara Warga Indonesia dan Malaysia bahkan cenderung saling ejek mengejek. Nah yang terbaru saat ini adalah Klaim Malaysia atas Irfan Bachdim. Sebenarnya ini bermula dari ketika ada salah seorang yang membuat postingan di forum komunitas online.
Isi posting tersebut berbunyi "irfan bachdim asli malaysia", kontan saja ini langsung mendapat reaksi keras dari kubu suporter Indonesia. bahkan postingan tersebut sampai dikomentari 1.228 orang. Memang anda pun pasti rada berang kalau ada orang yang mengklaim Irfan Bachdim adalah asli malaysia, padahal sudah terbukti itu dia keturunan Indonesia.
Uniknya yang memposting tulisan itu mengaku orang Indonesia dia menamakan dirinya Haikal. "Saya orang Indonesia dan Saya mengaku jikalau Irfan Bachdim sebenarnya orang Malaysia. Dia pernah mohon jadi warga negara Malaysia. Namun ditolak mentah-mentah oleh Malaysia," tulis Haikal.
Tulisan itu langsung mendapat banyak komentar bahkan anggota yang mengaku dari Malaysia juga ikut mengomentari "Baguslah Ind** akhirnya cakap jujur!," tulis Saffar. Tulisan ini juga langsung mendapat tanggapan yang beragam. Bahkan ada yang menanggapai bahwa kubu Malaysia sebagai negara tukang klaim yang sering mengakui sesuatu yang berasal dari Indonesia. Sampai-sampai Irfan Bachdim yang jelas-jelas berdarah asli Indonesia diklaim oleh kubu lawan.
Kenapa gak Nurdin Halid aja yah yang di klaim :D
sumber: http://dunia-panas.blogspot.com/2010/12/irfan-bachdim-diklaim-malaysia.html
12 Striker Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa
12. Gabriel Batistuta
Ia menolak pindah ke klub lain meskipun Fiorentina degradasi ke Serie B Italia pada musim 1992/93. Namun pada tahun berikutnya, striker Argentina yang kerap disapa Batigol ini membawa klubnya kembali ke Serie A. Dari Newell's Old Boys hingga gantung sepatu di Al Arabi, Batigol mengemaskan total 254 gol dari 441 kali main. Setelah sembilan musim bersama Fiorentina, ia dijual ke AS Roma dan menjadi sumber inspirasi utama Giallorossi untuk meraih scudetto ketiga dalam sejarahnya.
11. Thierry Henry
Kala membela Arsenal, Henry menjadi topskor Liga Primer Inggris sebanyak empat kali (2002, 2004, 2005 dan 2006) dan menjadi pemain tersubur The Gunners dengan 226 gol dari semua kompetisi. Ia juga meraih dua gelar penting bersama timnas Prancis, yakni Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.
10. Roberto Baggio
Sayangnya, Baggio lebih diingat dengan kegagalannya mengeksekusi tendangan dari titik putih sehingga Italia kalah adu penalti melawan Brasil di final Piala Dunia 1994. Tapi, tanpa penampilan Baggio yang gemilang sepanjang turnamen itu, Azzurri tak mungkin mencapai final. Ia menjadi anak emas sepakbola Italia sejak bergabung dengan Fiorentina pada 1985, sebelum rekor transfernya ke Juventus menjelang Piala Dunia 1990. Dikenal dengan sebutan "The Divine Ponytail" karena rambut kuncir dan ketaatannya menjalankan agama Budha, Baggio meraih scudetto dua kali - bersama Juventus pada 1994/95, dan AC Milan pada musim berikutnya. Pemain Terbaik Dunia versi FIFA pada 1993.
9. Alessandro Del Piero
Juventus forever, per sempre, selamanya! Itulah si Pinturicchio yang sudah lima kali scudetto bersama Bianconeri dan menjadi ikon klubnya dengan 500 penampilan lebih. Sama halnya dengan Batigol, ia pun menolak keluar dari klubnya yang degradasi pada 2006 akibat kasus Calciopoli. Titel U-21 Eropa pada 1994 dan 1996 disandangnya, ditambah lagi gelar juara Piala Dunia 2006. Loyalitas adalah emas!
8. Marco van Basten
Torehan 218 gol dari 280 penampilan bersama Ajax dan AC Milan bukan prestasi yang mudah diraih. Ia juga mengoleksi hat-trick gelar pada 1992 - Pemain Terbaik Dunia versi FIFA, Pemain Terbaik Eropa, dan Pemain Terbaik Dunia. Marco van Basten menjadi pemain yang sukses mengikuti jejak Johan Cruyff, sekaligus memimpin Belanda juara Eropa untuk pertama kalinya pada 1988. Bersama AC Milan, ia meraih Piala Eropa pada 1989 dan 1990. Sayangnya, cedera pergelangan kaki memaksanya pensiun lebih dini. Meski demikian, Van Basten tetap berkiprah dalam dunia sepakbola. Ia melatih timnas Belanda pada 2004-08 dan kini mengasuh Ajax.
7. Ronaldo (Ronaldo Luiz Nazario da Lima)
Sang fenomena ini sudah dua kali meraih hat-trick gelar Pemain Terbaik FIFA, Eropa dan Dunia. Nama Ronaldo mulai bangkit ketika melesatkan 58 gol dalam 60 pertandingan di awal karirnya bersama Cruzeiro pada 1993. Setelah dua musim yang gemilang bersama PSV Eindhoven, ia bergabung dengan Barcelona pada 1996 dan membukukan 34 gol dalam 37 laga untuk menjadi topskor. Bersama Inter Milan, Ronaldo 'mengejek' gaya pertahanan klub Italia lainnya. Alhasil, 25 gol dikemasnya, sekaligus membawa Inter juara Piala UEFA - semuanya dalam musim pertamanya. Ia juga meraih topskor pada dua musim pertamanya bersama Real Madrid. Duka kekalahan 3-0 dari Prancis pada final Piala Dunia 1998 terhapus, ketika Ronaldo membawa Brasil juara Piala Dunia berikutnya. Ia menjadi topskor dengan 8 gol, dan dua di antaranya dicetak di final melawan Jerman.
6. Bobby Charlton (Sir Robert Charlton)Inilah salah satu pemain terbaik Inggris sepanjang masa. Bobby Charlton meraih 106 caps dan 49 gol bersama timnas Inggris. Sebagai bagian dari "Busby Babes" yang selamat dari tragedi Munich 1958, Charlton sepuluh tahun kemudian membawa Manchester United menjadi klub pertama Inggris yang juara Piala Eropa. Charlton juga membantu tuan rumah Inggris meraih Piala Dunia 1966. Perlawanan Charlton kontra Eusebio di semifinal melawan Portugal dikenang sebagai pertandingan terbaik Inggris sepanjang masa.
5. Alfredo Di Stefano
Ketika membela Real Madrid, Di Stefano mengoleksi delapan titel Liga Spanyol dan memenangkan lima edisi pertama Piala Eropa. Ia juga melesatkan gol dalam setiap pertandingan final. Kepemimpinannya di lapangan ditambah skill menakjubkan membuat Di Stefano menjadi faktor utama Real Madrid mendominasi Eropa pada akhir 1950-an. Namun, Di Stefano gagal di tingkat internasional. Ia pernah memperkuat timnas Argentina, Kolombia dan Spanyol, tapi tak satupun gelar Piala Dunia direbut. Ia selalu dikenang ketika menciptakan hattrick saat Real Madrid membantai Frankfurt 7-4 untuk mengangkat trofi Piala Eropa kelima kalinya beruntun.
4. Ferenc Puskas
Inilah striker yang kualitasnya akan sulit ditemui lagi di Hongaria. Bersama timnas, ia mencatat rekor 84 gol dari 85 caps. Tubuhnya pendek, dadanya rata, tapi kekuatannya terletak pada kaki kirinya yang mampu melepaskan tembakan secepat kilat. Setelah meraih medali emas Olimpiade 1952 sekaligus mengakhiri dominasi Inggris di Eropa, timnas Hongaria menjadi favorit juara Piala Dunia 1954. Tim berjuluk "Mighty Magyars" melesakkan 17 gol dalam babak grup sebelum menyingkirkan Brasil dan Uruguay. Meskipun cedera berat, Puskas memaksakan dirinya tampil di final, bahkan mencetak gol sebelum kalah secara menyakitkan oleh Jerman Barat.
3. Eusebio (Eusebio da Silva Ferreira)
Pemenang Sepatu Emas di Piala Dunia 1966 ini mencetak sembilan gol buat Portugal sebelum tersingkir di semi-final oleh tuan rumah Inggris, yang kemudian keluar sebagai juara. Eusebio menjadi pemain Afrika pertama (kelahiran Mozambique) sehingga dikenal sebagai "Pele versi Eropa" - dan hingga kini masih dinobatkan sebagai pemain terbaik Portugal sepanjang masa. Dari Benfica hingga Sporting Lisbon, nama Eusebio bersinar di usia 19, ketika mencetak hat-trick ke gawang Santos (yang kala itu diperkuat Pele) pada Turnamen Paris 1961. Eusebio menjadi topskor Liga Portugal tujuh kali dan meraih Pemain Terbaik Eropa pada 1965. Dua golnya ke gawang Real Madrid membantu Benfica meraih Piala Eropa untuk kedua kalinya pada 1962. Sayangnya, ia cedera lutut dan terpaksa gantung sepatu pada umur 32 tahun. Ia menorehkan 41 gol dari 64 caps internasional.
2. Johan Cruyff
Inilah master of total football. Kapten Cruyff memimpin Belanda di Piala Dunia 1974, dengan mencetak dua gol baik ke gawang Argentina maupun Brasil, sebelum dikalahkan Franz Beckenbauer dan Jerman Barat di partai puncak. Johan Cruyff merupakan nama paling terkenal dalam sejarah sepakbola Belanda. Ia menjadi pemeran utama dalam dominasi Ajax di kancah Eropa pada era 1970-an. Ia mendominasi Belanda dengan delapan titel domestik bersama Ajax ditambah satu lagi di Feyenoord. Tiga gelar Piala Eropa berturut-turut diraih pada 1970 hingga 1973 sebelum hijrah ke Barcelona. Ia pensiun menjelang Piala Dunia 1978, dan selanjutnya sukses melatih dua bekas klubnya.
1. Pele (Edson Arantes do Nascimento)
Pada usia 17 tahun, Pele (foto) memborong enam gol di Piala Dunia 1958, dan menjadi sumber inspirasi Brasil meraih titel pertamanya. Karirnya penuh dengan prestasi, di dalam maupun luar lapangan, dan saat ini menjadi duta besar sepakbola. Angka-angkanya: 470 gol dalam 412 penampilan bersama Santos, dan 77 gol dari 92 caps di timnas Brasil. Tiga kali juara Piala Dunia, sepuluh titel Campeonato Paulista, dua Copa Libertadores. Butuh penjelasan apa lagi?
sumber: http://haxims.blogspot.com/2009/12/top-12-striker-sepakbola-terbaik.html
10 Alasan Mengapa Indonesia Kalah dari Uruguay
Uruguay memang bukan tandingan Indonesia. Bermain dalam laga persahabatan, La Celete tampil serius dan total. Kemenangan telak 7-1 pun sukses dikantongi skuad Oscar Tabarez itu.
Bermain di bawah dukungan puluhan ribu pendukung setianya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (8/10/2010), Indonesia mengejutkan di awal dengan unggul lebih dahulu lewat gol Boaz Solossa.
http://i.okezone.com/content/2010/09/30/51/377862/dYHLAANC0i.jpg
Namun setelah itu, Uruguay bangkit dan menceploskan tujuh gol beruntun. Duet striker Uruguay, Luis Suarez dan Edinson Cavani, sama-sama menyarangkan hat-trick, satu gol lagi dicetak Sebastian Eguren.
Nah, tahukah Anda sebenarnya Indonesia bisa menang tidak hanya 7-1 melawan Uruguay, melainkan bisa membantai klub tersebut dengan skor telak 30 - 0 kalau saja alasan di bawah ini tidak terjadi;
1. Usia.
Hampir sebagian besar pemain Indonesia berusia sudah terlalu tua dalam ukuran pemain sepak bola. Bahkan beberapa ujung tombakkita sudah menginjak usia di atas 30 tahun. Sedangkan lawan usianya sungguh sangat muda.
2. Kelelahan.
Para pemain di Tim Indonesia adalah para pemain yang diambil dari tim-tim daerah. Dengan jadwal pertandingan di Indonesia yang cukup dan sangat padat, wajar jika mereka mengalami kelelahan sehingga kurang maksimal dalam bertanding. Sementara para pemain Uruguay sebelumnya cukup fresh karena sempat jalan-jalan ke mall.
3. Lawan adalah semifinalis Piala Dunia 2010.
Sementara Indonesia adalah semifinalis Thomas dan Uber Cup. Jadi susah disandingkan.
4. Gaji yang timpang.
Berapa mbandrol dikeluarkan untuk kedatangan tim Uruguay? Milyaran. Sementara untuk tim Indonesia hanya jutaan. Ini jelas menimbulkan kecemburuan sosial yang sangat luar biasa. Wajar jika pemain Indonesia merasa cemburu.
5. Salah menghitung waktu.
Gol yang dibuat oleh Boaz Solossa disangka sudah memasuki menit 89 padahal baru menit ke-17 dan di babak pertama pula. Jadi tim Indonesia merasa bahwa waktu permainan akan segera berakhir, makanya santai-santai aja.
6. Hujan.
Hujan adalah alasan berat yang menyebabkan pemain Indonesia tidak konsentrasi bermain. Bagaimana bisa, sambil bermain mereka memikirkan rumah mereka yang akan digenangi air dan bahkan kemungkinan tenggelam.
7. Macet.
Para pemain kita stress memikirkan bagaimana pulang ke rumah setelah bertanding. Apalagi kalau hujan, macet yang terjadi di Jakarta bisa sampi puluhan kilometer.
8. Honor.
Kemungkinan para pemain akan berpikir bahwa honor mereka tidak akan 100 persen diterima. Sebab, pasti akan ada potongan untuk membayar pajak dan lebih tragis lagi honornya disunat buat ngebayar milyaran rupiah untuk mendatangkan tim Uruguay.
9. Tidak bebas.
ni masalah besar bagi pemain Indonesia yang tidak bisa membebaskan ekspresinya; selama ini selain teknik mengolah bola, tim kita dikenal dengan teknik protes dan teknik berantem. Nah, dua teknik ini tidak bisa dimainkan di sana.
10. Anda salah nonton saluran TV.
DI TV saya channelnya menunjukkan tim Indonesia menang 7-1 melawan tim Uruguay.
Tapi, walaupun begitu.. I Love Indonesia
10 Stadion Sepakbola Terbaik dan Termegah di Dunia


Binaragawan Berumur 80 Tahun
Ray Moon seorang binaragawan tidak mau kalah dengan yang muda untuk mengikuti kompetisi binaraga yang diselenggarakan di Melbourne, Ne orang tua,,walo Usia 80 Tahun,Tapi Masih mau Ikut Kejuaraan Binaraga,Full Pict,,Australia pada tanggal 14 September 2008.Berikut ini adalah foto-fotonya ketika mengikuti kejuaraan tersebut.
sumber: kaskus.us
Pria Dalam Logo NBA
Sedikit yang mengetahui bahwa siluet dalam logo NBA adalah bintang NBA sepanjang masa. Dia adalah Jerry West, pentolan Los Angeles Lakers.
Pemain yang kerap dijuluki Mr Clutch ini disebut-sebut sebagai guard terbaik dalam sejarah NBA. Bukan hanya karena tinggi badan dan aspek atletisnya, melainkan juga karena seringnya insiden berdarah yang menimpa dirinya.
Setidaknya sembilan kali Jerry West mengalami patah tulang hidung saat bertanding. Ia juga tak jarang harus dibopong, bahkan ditandu saat keluar dari lapangan karena cedera yang dialaminya.
West sendiri tercatat 14 kali masuk dalam All Star Team, namun baru satu kali memenangi pertandingan. Ia menjadi orang ketiga yang mencetak lebih dari 25 ribu poin, di mana di tiap pertandingan rata-rata ia membukukan 27 poin. Tahun 1997, West dimasukkan dalam daftar 50 pemain terbaik dalam sejarah NBA.
Foto orang aslinya
sumber : Kaskus.us





